Jatim.MabesNews.tv

Portal Kriminal dan Hukum Jatim

Komitmen Polda Jatim: ‘Zero Tolerance’ terhadap Anggota yang Mendukung Perjudian Online

Polda Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi perjudian online dengan menerapkan kebijakan “zero tolerance” terhadap anggota yang menjadi beking atau pendukung praktik tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat rilis akhir tahun 2024 di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Senin (30/12/2024). Komitmen ini merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan terhadap generasi muda yang rentan terpapar konten negatif.

Upaya Polda Jatim dalam Memerangi Perjudian Online

Perjudian online telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama kalangan anak-anak dan remaja. Menurut Kapolda Jatim, permainan ini tidak hanya merusak moral tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, Polda Jatim menyatakan perang terhadap praktik perjudian baik secara online maupun konvensional.

Dalam rangka memperkuat langkah tersebut, Polda Jatim telah melakukan beberapa tindakan nyata. Salah satunya adalah pengungkapan sindikat tindak pidana ITE terkait perjudian online jaringan internasional hingga sindikat pencucian uang yang terorganisir. Kasubdit 2 Siber Ditressiber Polda Jatim, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menjelaskan bahwa tim berhasil menangkap sejumlah tersangka yang terlibat dalam promosi situs judi online melalui media sosial seperti Instagram.

Beberapa akun Instagram seperti @orkesanbanyuwangi dan @dangdut_banyuwangi terbukti mempromosikan situs judi online yang memiliki nama-nama seperti KINGJR, FIX77, SUGESBOLAID, dan lainnya. Penangkapan dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, polisi juga menangkap STK dan PY sebagai penyedia rekening untuk transaksi deposit dan withdraw pada website perjudian online.

Keterlibatan Anggota Polda Jatim dalam Perjudian Online

Polda Jatim mengedepankan pencegahan perjudian online

Salah satu aspek penting yang ditekankan oleh Kapolda Jatim adalah komitmen untuk tidak memberikan toleransi terhadap anggota yang terlibat dalam perjudian online. Dalam refleksi akhir tahun 2024, Kapolda menekankan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik ini, termasuk anggota polisi sendiri.

Menurut informasi yang diperoleh, ada beberapa anggota yang diduga menjadi beking perjudian online. Meskipun belum ada pengumuman resmi tentang penindakan terhadap anggota tersebut, Polda Jatim menyatakan bahwa mereka akan bertindak tegas jika terbukti terlibat.

Langkah Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Selain menindak pelaku, Polda Jatim juga fokus pada pencegahan. Kapolda Jatim menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam mengedepankan upaya pencegahan perjudian.

“Kita harus berkolaborasi untuk mengedepankan upaya pencegahan. Ini penting karena anak-anak kita di usia sekolah rentan terhadap pengaruh negatif, termasuk judi online,” tegas Irjen Pol Imam Sugianto.

Ia juga menyarankan agar keluarga lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak dan memberikan pemahaman mengenai dampak buruk judi online dari sisi hukum maupun moral. Selain itu, peran masjid dan tokoh agama juga sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kepedulian terhadap Generasi Muda

Polda Jatim berkomitmen untuk menindak perjudian online

Kapolda Jatim juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai agama dan negara mengharuskan masyarakat untuk menjauhi perjudian.

“Bagaimana kita menanamkan pesan kepada masyarakat disemua lapisan untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan terutama dikalangan kita sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama karena iklan-iklan judi online semakin marak. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi harus diiringi kesadaran untuk menghindari konten negatif.

Kesimpulan

Polda Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi perjudian online dengan kebijakan “zero tolerance” terhadap anggota yang terlibat. Melalui tindakan nyata, pencegahan, dan edukasi masyarakat, Polda Jatim berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda. Dengan kolaborasi antara aparat kepolisian, masyarakat, dan lembaga pendidikan, diharapkan perjudian online dapat diminimalisir dan mencegah kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *